Beranda Tentang Kami Program Mitra Artikel Kontak Hubungi Kami

Seri 4: Mengasah Naluri Bisnis dan Membuka Gerbang Pasar Internasional

Pengembangan UMKM Kriya Kabupaten Belu NTT dalam Rangka Mendorong UMKM Naik Kelas 03 Jul 2026 Dewi Hadhy 2 menit baca
Seri 4: Mengasah Naluri Bisnis dan Membuka Gerbang Pasar Internasional

Menciptakan karya kriya yang indah dan bernilai budaya tinggi belumlah cukup jika para perajin tidak memiliki bekal pengetahuan untuk bersaing di pasar komersial. Oleh karena itu, pada tahap selanjutnya, fokus pelatihan beralih pada penguatan aspek manajemen bisnis, perhitungan harga, serta pengemasan. Seluruh prototipe fisik dari klaster Gerabah, Anyaman Pelepah Pisang, dan Anyaman Daun Pandan dikumpulkan dan ditata ke dalam satu ruang pameran bersama untuk dilakukan kurasi akhir.


Di ruang pameran tersebut, para perajin diajarkan untuk menentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) menggunakan metode Full Costing. Mereka diajak melakukan simulasi secara langsung untuk menghitung komponen biaya produksi secara mendetail, yang meliputi biaya bahan baku, biaya penyusutan alat, biaya energi operasional seperti gas pembakaran, hingga perhitungan adil untuk upah lelah perajin per jam kerja. Melalui pelatihan ini, perajin menyadari pentingnya menghitung biaya-biaya yang selama ini sering diabaikan dalam penentuan harga jual tradisional, sehingga mereka bisa menetapkan harga yang lebih rasional, kompetitif, dan menguntungkan.

Setelah kapasitas produksi dan pemahaman bisnis perajin terbentuk, langkah monumental diambil oleh delegasi Kabupaten Belu beserta Tim Pelatih UMKM dengan bertolak ke Dili untuk bertemu Kementerian Perdagangan dan Industri (MCI) Timor Leste. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk menjajaki kolaborasi peningkatan kualitas produk sekaligus membuka jalur ekspor bagi UMKM perbatasan.


"Pihak Kementerian Perdagangan dan Industri (MCI) Timor Leste menggarisbawahi bahwa Timor Leste memiliki jaringan CPLP yang beranggotakan 11 negara yang tersebar di Afrika, Eropa, Amerika, dan Asia."

Pertemuan tersebut membuka sebuah peluang emas yang melampaui ekspektasi awal. Melalui keanggotaan Timor Leste di Comunidade dos Países de Língua Portuguesa (CPLP), produk kriya unggulan dari Kabupaten Belu kini memiliki kemudahan akses untuk diekspor kembali (re-ekspor). Produk berbahan alam yang telah dinaikkan kelasnya ini dapat menembus pasar Amerika melalui Brazil, atau menjangkau pasar Eropa melalui Portugal. Hal ini membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, UMKM di daerah perbatasan tidak hanya mampu memperkuat kapasitas produksi lokalnya, tetapi juga tangguh untuk bersaing di panggung ekspor global.